• 13 Desember 2019

Buruknya Dugaan Pengelolaan Catatan Keuangan Pasar Bumdes Ngopak

Pasar Ngopak. Salah satu sudut pasar Ngopak desa Arjosari Pasuruan. Foto : suarabisnis/net

PASURUAN| PETAPORTAL – Pengelolaan Pasar Ngopak kini tengah menjadi perbincangan hangat di masyarakat sekitar. Pasalnya pasar bumdes tersebut kuat dugaan tengah terjadi kesemrawutan dalam pengelolaan administrasi, termasuk dugaan adanya penyimpangan anggaran pasar.

Desas – desus penyimpangan anggaran pasar tersebut diduga dari buruknya pengelolaan administrasi keuangan pasar. Bukan tanpa dasar anggaran buku administrasi periode 2017 sampai 2018 diduga raib dari kantor pasar Ngopak.

Hilangnya catatan pengeluaran keuangan administrasi pasar tersebut diakui secara langsung oleh Kepala Pasar, Tajudin. Tajudin mengakui jika dirinya semenjak menjabat sebagai kepala pasar masih belum menerima catatan administrasi keuangan pasar dari kepala pasar sebelumnya. “Saya masih baru, sampai saat ini memang saya masih belum menerima catatan buku administrasi keuangan pasar dari pengurus kepala pasar sebelum saya,” tuturnya saat dijumpai awak media.

Tajudin menambahkan jika dirinya menjabat sebagai kepala pasar tersebut masih tergolong baru karena penunjukan sebagai kepala pasar untuk mengantikan kepala pasar lama yang sebelumnya di jabat oleh Abdul Syakur.

Sehingga dirinya mengaku masih banyak belum tau menahu terkait laporan keuangan pasar yang bersumber dari iuaran wqjib pedangang pasar, hasil sewa menyewa kios atau lapak pedagang serta berbagai sumberlainya yang dianggap sebagai pemasukan kas pasar. “Sejauh ini masih belum tau saya terkait pendapatan pasar, sebab saya sendiri masih belum menerima catatan itu, jika tanya itu tanyakan langsung saja pada kepala pasar yang lama (Abdul Syakur) red,” sergahnya.

Sementara itu berdasarkan penelusuran petaportal.com hilangnya cacatan keuangan pasar Ngopak menjadi polemik tersendiri bagi sebagian kalangan pedagang. Salah satu pedagang yang engan disebutkan namanya mengatakan jika ada dugaan penyelewengan keuangan pasar. Sebab, catatan pengeluaran uang yang seharusnya trasparan terkesan terbelit belit dan tidak jelas. “Kan aneh mas masak catatan keuangan tidak ada. Ini hilang atau di hilangkan mencurigakan ini,” ujarnya.

Sementara itu Ilham salah satu warga sekitar pasar Ngopak berharap agar polemik ini segera mendapat perhatian dari pengurus desa setempat. Setidaknya pemerintah daerah atau kepala desa segera menyelesaikan dugaan penyimpangan administrasi keuangan pasar. Sehingga dugaan penyelewangan anggaran pasar segera dapat diselesaikan secara tranparan. “Setidaknya segera ada tindakan baik dari desa atauw pemerintah setempat untuk mengurus permasalahan ini, supaya ada kejelasan dan masyarakat tidak gaduh lagi,” tukasnya.

Diketahui pasar ngopak merupakan bumdes desa Arjosari kecamatan Rejoso kabupaten Pasuruan, merupakan salah satu sumber pendapatan dana desa. Pemasukan anggaran pasar tersebut digunakan untuk kesejahteraan warga setempat.[sofyan]

Read Previous

Upacara HKN Ke 55, Wabub Blitar Ingatkan Peningkatan Pelayanan Kesehatan

Read Next

Pilkades Serentak Pasuruan Digugat Di MA, AMCD Desak Tunda Pelaksanaan

Tinggalkan Balasan