• 20 September 2020

Disperindag Kabupaten Blitar Gencarkan Bela dan Beli Produk Blitar

BLITAR | PETAPORTAL – Jargon Bela Beli Blitar sukses tertanam di benak masyarakat. Konsep Bela dan Beli produk lokal Blitar ini sebagai bagian dari keseriusan pemkab Blitar dalam memasarkan produk binaan IKM yang ada di wilayah Blitar.

Kepala Disperindag Kabupaten Blitar, Puguh Imam Susanto mengatakan saat membeli, menawarkan ataupun memberi rujukan tentang barang dan jasa yang kebetulan berasal dari Blitar, masyarakat acap kali menyertakan istilah Bela Beli sebagai nilai tambah, khususnya produk olahan Industri Mikro, Kecil dan Menengah. Konsep ini dilakukan oleh Puguh sebagai bentuk dalam merayu menggunakan solidaritas kedaerahan.

Bela Beli produk sebagai ideologi dibangun agar perputaran konsumsi masyarakat Blitar sebagian besar kembali pada masyarakat Blitar. “Mudahnya begini, masyarakat Blitar didorong membeli produk yang juga diolah oleh masyarakat Blitar. Cara ini diyakini akan berdampak positif pada upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan warga,” tutur pria yang akrab disapa puguh ini.   

Semakin tinggi volume penjualan atas produk atau jasa tertentu, semakin tinggi pula kepercayaan diri sang produsen atau penyedia jasa untuk lebih banyak melakukan penjualan. Produk dan jasa yang dibuat atau disediakan masyarakat Blitar bersaing dengan produk dari luar daerah. Umumnya pembeli memilih produk dan jasa dari luar Blitar dikarenakan harganya lebih murah dengan kualitas yang baik.  

Puguh menjelaskan hasil survey menunjukkan rata-rata produk Blitar masih dijual oleh produsen langsung tanpa melibatkan orang lain. Ini mengakibatkan penetrasi pasar kurang luas. Sebenarnya bisa dipahami mengingat mungkin terbatasnya modal dan akses pasar, namun ke depan produk Blitar tak boleh hanya dipasarkan produsen seorang. Peran jejaring dan pemanfaatan media sosial dan promosi melalui media on line menjadi solusi termudah untuk memperluas cakupan pasar. “Makanya kami gencar melakukan promoso produk IKM melalui media mainstrem atau media lokal dan on line,” tegasnya.

Lebih lanjut Puguh mengatakan meski harga bukan satu-satunya faktor yang menentukan keputusan pembelian, bagi warga masyarakat berpenghasilan rendah, harga selalu menjadi pertimbangan utama. Jika kembali pada ideologi Bela Beli Blitar di mana produk Blitar diharapkan dibeli oleh warga Blitar, maka faktor harga harus menjadi pertimbangan utama sebelum melempar produk ke pasar. Mengingat sebagian besar warga Blitar tergolong mampu.

Puguh menegaskan jika sebenarnya sudah ada produk IKM Blitar yang harga jualnya kompetitif terhadap produk yang sama namun berasal dari luar daerah. “Jika ingin ekspansi merambah pasar luar daerah, Maka akan tampak bahwa harga produk khususnya IKM Blitar harus lebih kompetitif,” tukasnya[].

 

 

 

Read Previous

1 Balita dan 5 ABG di Kabupaten Blitar Terjangkit HIV/AIDS

Read Next

Perubahan APBD Kabupaten Blitar 2018 Naik Rp 85 M

One Comment

  • Program Bela Beli ini seperti program Bela Beli Kulon Progo di Yogyakarta. Program ini sangat bagus untuk pengembangan perekonomian, hal ini juga diterapkan dalam pengembanan Desa Wisata Tinalah Kulon Progo dengan mengoptimalkan layanan produk UMKM desa.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: