• 27 Februari 2020

Pasar Baru Kanigoro Belum Buka, Penataan Pedagang Amburadul

BLITAR | PETAPORTAL – Pembangunan pasar kanigork baru di Kelurahan Satreyan Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar dipastikan sudah rampung. Rencananya, pasar akan resmi dibuka oleh Bupati Blitar, Selasa (30/12). Jelang dibukanya pasar baru itu, dewan melakukan inspeksi mendadak (sidak) dilokasi untuk memantau persiapannya, Senin (30/12) siang.

Dalam sidak itu, dewan melalui Komisi II kaget dengan kondisi dilokasi. Pasalnya, setelah meninjau langsung dengan melihat penataan pedagang, dewan menilai kalau penataan yang sudah dilakukan masih belum maskimal atau amburadul.

“Kita sengaja kesini melihat kesiapan pembukaan. Ternyata kita masih menemukan banyak persoalan. Banyak pedagang, khususnya kain mengeluh soal penempatan kurang sesuai dengan harapan,” kata Idris Marbawi, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Blitar disela-sela sidak.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menegaskan, perencanaan awal yang dilakukan sudah salah. Sehingga tempat untuk pedagang kain tidak layak untuk ditempati. “Masak pedagang kain tempanya seperti los pedagang daging. Tentu itu kan tidak layak untuk pedagang kain. Ada 16 pedagang kain yang mendapat los seperti itu,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, dewan langsung memberikan rekomendasi kepada eksekutif. Diantaranya berupa solusi jangka pendek, yakni harus betul-betul memperhatikan penempatan yang sesuai dan layak untuk pedagang kain. Untuk solusi jangka panjang, nanti bisa melakukan pembongkaran sesuai aturan dan dilakukan pembangunan kembali sesuai harapan.

“Sebetulnya kita nelihat kalau besok dibuka itu belum siap. Justru dikhawatirkan jika dipaksakan dibuka, permasalahan akan lebih rumit dan penataan lebih sulit lagi,” ujarnya.

Idris menambahkan, selain permasalahan itu, ternyata masih banyak pedagang lain yang mengeluh terkait penataan, dimana banyak pedagang yang mempunyai los 2 atau 3, penempatannya tidak satu tempat. Sehingga kedepan pihaknya akan mengupayakan untuk mendorong mantri pasar agar melakukan penataan ulang

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Blitar, Tavip Wiyono mengatakan, para pedagang kain meminta ada penambahan fasilitas agar bisa lebih nyaman. Fasilitasi yang diberikan nanti bisa berupa penambahan partisi sesuai dengan keinginan pedagang sebagai solusi jangka pendek.

“Jadi kalau untuk solusi jangka panjang, jika nanti ada kesepakatan untuk dibongkar, maka kita akan berupaya melakulannya sesuai dengan aturan yang berlaku,” imbuhnya.

Read Previous

Kinerja Rendah Dinas DPUPR, Di Gelontor Anggaran Rp 250 Milyar Untuk Infrastruktur Ironisnya Serapan Anggaran Rendah

Tinggalkan Balasan